Telur: Mitos, Fakta Nutrisi, dan Cara Memasak yang Sehat

Telur: Mitos, Fakta Nutrisi, dan Cara Memasak yang Sehat

Smallest Font
Largest Font

Telur, hidangan favorit yang serbaguna, seringkali menjadi perdebatan. Benarkah telur memicu penyakit jantung? Mari kita luruskan fakta nutrisi dan cara memasak telur yang sehat.

Mitos Telur dan Penyakit Jantung

Ahli gizi Rob Hobson menjelaskan bahwa penelitian era 1950-an keliru mengaitkan telur dengan penyakit jantung. Penelitian tersebut gagal memisahkan konsumsi telur dari pola makan tidak sehat secara keseluruhan.

Orang yang mengonsumsi banyak telur pada masa itu cenderung mengonsumsi daging olahan, karbohidrat rafinasi, minuman manis, dan kurang sayur.

"Telur memang makanan yang cukup kontroversial," kata ahli gizi Rob Hobson, dikutip dari Daily Mail.

Manfaat Nutrisi Telur

Telur adalah sumber nutrisi yang sangat baik bagi kebanyakan orang. Satu butir telur besar mengandung sekitar 7,5 gram protein, 78 kalori, hampir tanpa garam, serta vitamin B dan D.

Telur juga mengandung vitamin A yang lebih mudah diserap tubuh dibandingkan dari sayuran.

Cara Memasak Mempengaruhi Nilai Gizi

Namun, manfaat telur sangat bergantung pada cara memasaknya.

Ahli gizi Lily Soutter mengingatkan bahwa pengolahan dengan suhu tinggi serta tambahan lemak dan garam berlebih bisa mengurangi nilai kesehatan telur.

"Telur memang bergizi, tapi tetap harus dikonsumsi secukupnya," ujar Hobson.

Metode Memasak Telur Terbaik

Telur Rebus

Telur rebus menempati posisi teratas karena tidak menambah lemak atau kalori, serta menjaga profil gizi tetap utuh.

Telur setengah matang membantu mempertahankan nutrisi sensitif panas. Sementara telur rebus matang memaksimalkan penyerapan protein.

Poached Egg

Poached egg adalah metode memasak telur yang direbus tanpa cangkang. Metode ini minim lemak, meski penyerapan protein bisa berkurang jika putih telur tidak matang sempurna.

Shirred Egg

Teknik ini dilakukan dengan memasak telur dalam wadah kecil dengan air panas. Ini juga dinilai baik karena menjaga kuning telur tetap lembut, sehingga vitamin larut lemak lebih mudah diserap.

Telur Panggang

Telur yang dipanggang relatif aman karena menggunakan suhu lebih rendah dibanding menggoreng. Hidangan ini juga sering dikombinasikan dengan sayur, sehingga nilai gizinya semakin lengkap.

Orak-arik Telur

Cara memasak telur ini bisa sehat jika dimasak perlahan tanpa banyak mentega atau krim. Tetapi, jika terlalu banyak lemak tambahan, kandungan lemak jenuhnya bisa melonjak.

Hindari Menggoreng Telur

Cara memasak telur dengan digoreng menjadi pilihan paling berisiko. Suhu tinggi dapat memicu perubahan kimia pada kolesterol di kuning telur, yang dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Mitos Makan Putih Telur Saja

Anggapan bahwa makan putih telur saja lebih sehat juga disebut sebagai mitos. Sekitar 90 persen vitamin, mineral, dan antioksidan justru berada di kuning telur, termasuk vitamin A, D, E, dan K, serta lemak sehat untuk tubuh.

Konsumsi Telur dan Kondisi Kesehatan Tertentu

Bagi sebagian orang dengan kondisi tertentu, seperti hiperkolesterolemia, konsumsi telur memang perlu diperhatikan. Tetapi, para ahli menegaskan telur sebaiknya tetap dinilai dalam konteks pola makan secara keseluruhan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow