Stroke Mengintai Usia Muda: Kasus Donald Glover dan Peningkatan Prevalensi
Stroke, yang dulunya dianggap sebagai penyakit orang tua, kini semakin umum menyerang kelompok usia muda dan produktif. Kasus yang dialami musisi Donald Glover, atau Childish Gambino, menjadi contoh nyata perubahan tren ini.
Glover mengalami stroke pada usia 42 tahun saat menjalani tur dunia pada tahun 2024. Pengalaman ini menyoroti bahwa stroke dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia.
Pengalaman Donald Glover: Stroke di Usia Produktif
Glover menceritakan pengalamannya saat konser di Los Angeles pada November lalu:
"Kepala saya sakit sekali, penglihatan saya sudah tidak jelas, tapi saya tetap tampil," kata Glover.
Setelah diperiksa di Houston, dokter mendiagnosisnya terkena stroke. Kasus Glover ini bukan kejadian langka.
Data CDC: Peningkatan Stroke pada Usia Muda
Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada tahun 2024 menunjukkan peningkatan prevalensi stroke pada kelompok usia 18 hingga 44 tahun sebesar 14,6 persen dibandingkan dekade sebelumnya.
Sean Savitz, Direktur Institute for Stroke and Cerebrovascular Diseases UTHealth Houston, menekankan:
"Ini pesan penting bagi publik. Stroke bukan hanya penyakit orang tua," kata Sean Savitz.
"Stroke bisa menyerang siapa saja, di usia berapapun," lanjutnya.
Penyebab Stroke dan Faktor Risiko pada Usia Muda
Menurut CDC, stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat, menyebabkan kerusakan jaringan otak dan berpotensi mengakibatkan kematian. Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Amerika Serikat.
Faktor Risiko Gaya Hidup
Para ahli belum sepenuhnya sepakat mengenai penyebab utama meningkatnya kasus stroke pada usia muda. Namun, beberapa faktor risiko kini semakin sering ditemukan pada generasi muda:
- Kurang aktivitas fisik
- Pola makan tidak sehat
- Merokok
- Stres berkepanjangan
Faktor Risiko Lainnya
Riset American Heart Association (2024) menyoroti faktor lain seperti migrain, gangguan autoimun, dan kelainan pembuluh darah sebagai pemicu yang sering terlewatkan.
Kisah Evan Cadena: Stroke di Usia Remaja
Evan Cadena, seorang pemuda di Texas, AS, mengalami tiga kali serangan stroke sejak usia 16 tahun. Ia kehilangan kemampuan gerak di sebagian tubuh kanannya. Dokter menemukan Evan mengidap arteriovenous malformation (AVM), kelainan pembuluh darah bawaan.
Ibu Evan, Janie Lazo, menjelaskan:
"Dia harus belajar ulang semuanya, bahkan menulis dengan tangan kiri," kata Janie Lazo.
"Fasilitas dan sistem kesehatan nyaris tidak siap menghadapi pasien stroke seusia anak saya," tambahnya.
Stroke di usia remaja membuat Evan kehilangan banyak pengalaman penting, termasuk bersosialisasi dan bersekolah secara normal, yang sempat menyeretnya ke depresi.
"Itu masa yang sangat berat," ujar Evan.
"Tapi saya masih hidup, masih bisa bergerak, dan itu yang membuat saya terus maju," lanjutnya.
Tantangan dan Upaya Pencegahan
Meningkatnya kasus stroke pada usia muda menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan, yang selama ini lebih berfokus pada kelompok usia lanjut. Para ahli menekankan pentingnya pencegahan sejak dini melalui pengendalian faktor risiko, skrining kesehatan, dan edukasi publik.
Gejala Stroke yang Perlu Diwaspadai
Gejala stroke dapat bervariasi tergantung pada area otak yang terkena. Pada orang muda, stroke iskemik dapat menyerupai kondisi lain seperti kejang, sindrom vestibular akut, migrain, infeksi, atau tumor otak.
Gejala stroke yang khas meliputi:
- Wajah terkulai
- Kelemahan otot satu sisi
- Kesulitan berbicara
- Kesulitan penglihatan dan keseimbangan
Gejala lain yang mungkin muncul termasuk penurunan koordinasi, defisit sensorik, sakit kepala, dan kelelahan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow