Super Flu AS Menggila: Rumah Sakit Penuh, Kematian Meningkat!
Wabah flu yang disebut 'super flu' sedang mengamuk di Amerika Serikat, menyebabkan rumah sakit kewalahan dengan lonjakan pasien, peningkatan tajam angka rawat inap, dan kekhawatiran dari para dokter bahwa puncak wabah belum tercapai. Data terbaru menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan.
Penyebaran 'Super Flu' yang Mengkhawatirkan
Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menunjukkan aktivitas flu berada di level tinggi hingga sangat tinggi di 32 negara bagian dan wilayah per pekan yang berakhir 20 Desember 2025. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatat 17 wilayah.
Sejak Oktober, setidaknya 7,5 juta orang dilaporkan sakit. Lonjakan paling mencolok terlihat pada angka rawat inap. Dalam satu minggu, jumlah pasien yang dirawat akibat flu hampir dua kali lipat, dari 9.944 menjadi 19.053 orang. Sekitar 3.100 kematian akibat flu tercatat musim ini, termasuk lima kematian pada anak-anak, naik dari dua kasus pada pekan sebelumnya.
Puncak Wabah Belum Terlihat
Dokter memperkirakan lonjakan kasus belum akan mereda dalam waktu dekat. Kasus diprediksi baru akan melandai pada akhir Januari atau Februari 2026.
"Kurva kasusnya meningkat tajam dan belum menunjukkan tanda-tanda mencapai puncak," terang spesialis penyakit infeksi senior di Mass General Brigham, Boston, Dr. Daniel Kuritzkes, dikutip dari NBC NEWS.
Perbandingan dengan Musim Flu Sebelumnya
Musim flu biasanya terjadi setiap Oktober hingga Mei. Namun, musim ini penyebaran virus terjadi lebih cepat dan lebih luas.
Wilayah dengan Aktivitas Flu Tertinggi
Negara bagian seperti California, Nevada, Missouri, Arkansas, Alabama, dan Florida kini masuk kategori aktivitas flu tinggi. Sementara itu, New York, New Jersey, South Carolina, Louisiana, dan Colorado berada di level sangat tinggi, menduduki posisi teratas dalam skala CDC.
Laporan dari Rumah Sakit
Sejumlah rumah sakit melaporkan lonjakan pasien sejak akhir November 2025.
"Saya tidak ingat pernah melihat kasus flu datang sedini dan sebanyak ini," kata Dr. Jennifer Goebel dari South Shore University Hospital, New York.
"Jumlahnya benar-benar luar biasa," sambungnya.
Kelompok Usia yang Paling Rentan
Bayi dan anak-anak hingga usia 4 tahun menjadi kelompok yang paling terdampak. Namun, seiring meningkatnya kasus, anak usia sekolah hingga dewasa muda juga mulai banyak yang terinfeksi.
Komplikasi dengan COVID-19 dan RSV
Lansia dan orang dengan penyakit kronis menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami kondisi berat hingga harus dirawat. Situasi semakin kompleks karena kasus flu bertumpuk dengan COVID-19 dan Respiratory Syncytial Virus (RSV), membuat ketersediaan tempat tidur rumah sakit semakin terbatas.
Pentingnya Vaksinasi Flu
Meskipun menyerang semua usia, dokter mencatat sebagian besar pasien yang membutuhkan perawatan intensif adalah mereka yang belum divaksin flu.
Strain yang Mendominasi
Strain yang mendominasi saat ini adalah Influenza A H3N2, khususnya varian bermutasi yang dikenal sebagai subklade K. Varian ini menyebar lebih cepat dan dikenal berpotensi menyebabkan gejala lebih berat, sehingga diduga menjadi pemicu lonjakan rawat inap.
Penjelasan Mengenai Istilah 'Super Flu'
Meskipun disebut 'super flu', Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan belum ada bukti bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan strain sebelumnya.
Gejala yang Umum Muncul
Gejala flu yang muncul umumnya mirip dengan musim sebelumnya, seperti demam tinggi, menggigil, batuk, sesak napas, dan nyeri otot. Pada sebagian pasien juga muncul sakit kepala, kelelahan, hingga mual, muntah, dan diare.
Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis
Gejala berat lebih sering dialami orang yang belum divaksin, lansia, serta orang dengan penyakit penyerta. Dokter mengingatkan agar segera mencari pertolongan medis jika demam tinggi tidak turun atau muncul sesak napas.
Vaksinasi Masih Efektif
Dokter menegaskan belum terlambat untuk mendapatkan vaksin flu. Meskipun vaksin tahun ini tidak sepenuhnya cocok dengan varian terbaru, vaksin tetap terbukti efektif mencegah gejala berat, rawat inap, dan kematian.
"Vaksin membantu tubuh memberikan perlindungan," tutur para dokter.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow