Lebih dari Panca Indra: Manusia Punya Puluhan Indra yang Saling Terhubung
Selama ini kita mengenal manusia memiliki lima indra utama atau panca indra. Namun, penelitian modern mengungkap bahwa manusia sebenarnya memiliki lebih dari 30 indra yang bekerja secara kompleks dan saling berhubungan.
Pengalaman Multisensori Manusia
Barry Smith, peneliti dari University of London, menjelaskan bahwa pengalaman manusia bersifat multisensori. Manusia tidak melihat, mendengar, menghirup, menyentuh, atau merasa secara terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan yang utuh.
“Apa yang kita rasakan memengaruhi apa yang kita lihat, dan apa yang kita lihat memengaruhi apa yang kita dengar. Aroma tertentu dalam sampo, misalnya, bisa memengaruhi persepsi kita terhadap tekstur rambut. Wangi mawar dapat membuat rambut terasa lebih halus dan lembut,” kata Barry, dikutip dari Science Alert, Rabu (24/12/2025).
Jumlah Indra Manusia Menurut Ahli Neurosains
Profesor Charles Spence dari Crossmodal Laboratory di Oxford, yang merupakan kolaborator jangka panjang Barry Smith, mengungkapkan bahwa rekan-rekannya di bidang neurosains percaya manusia memiliki antara 22 hingga 33 indra.
Indra-Indra Lain Selain Panca Indra
Selain panca indra yang umum dikenal, terdapat berbagai indra lain yang berperan penting dalam kehidupan manusia:
- Propriosepsi: Memungkinkan manusia mengetahui posisi anggota tubuh tanpa perlu melihatnya.
- Indra Keseimbangan: Melibatkan sistem vestibular di saluran telinga, penglihatan, dan propriosepsi.
- Interosepsi: Kemampuan merasakan perubahan dalam tubuh sendiri, seperti peningkatan detak jantung atau rasa lapar.
Indra Keagenan dan Kepemilikan
Barry Smith juga menjelaskan tentang indra keagenan dan kepemilikan:
- Indra Keagenan: Perasaan bahwa kita yang mengendalikan gerakan tubuh. Pada pasien stroke, indra ini kadang menghilang.
- Indra Kepemilikan: Pada beberapa pasien stroke, mereka merasa tangannya bukan miliknya, meski mereka masih dapat merasakan sentuhan di sana.
Sentuhan dan Rasa: Gabungan Beberapa Indra
Sebagian indra yang umum, menurut Barry, sebenarnya juga gabungan dari beberapa indra. Misalnya, sentuhan mencakup rasa sakit, suhu, gatal, dan sensasi taktil.
Saat mencicipi makanan, tiga indra terlibat: sentuhan, penciuman, dan pengecapan. Ketiganya membentuk rasa makanan dan minuman.
“Pengecapan itu memungkinkan kita kenal dengan rasa asin, manis, asam, pahit, dan umami. Lalu bagaimana dengan mangga, melon, atau raspberry? Kita tidak punya reseptor raspberry di lidah,” ujar Barry.
“Rasa raspberry bukan dari gabungan manis, asam, dan pahit. Kita merasakannya melalui kerjasama lidah dan hidung. Indra penciuman menyumbang porsi terbesar dari apa yang kita sebut dengan 'rasa',” sambungnya.
Penglihatan dan Sistem Vestibular
Penglihatan juga dipengaruhi oleh sistem vestibular. Ketika berada di pesawat yang sedang *take-off*, tubuh merasa bagian depan pesawat lebih tinggi dari posisi tubuh, meski sebenarnya kelihatannya sama saja ketika pesawat masih di daratan.
Apa yang dilihat merupakan gabungan antara penglihatan dan sinyal dari saluran telinga yang memberitahu bahwa tubuh sedang condong ke belakang.
Menghargai Kompleksitas Indra
“Di sekitar kita selalu ada banyak hal yang menunjukkan betapa rumitnya kerja indra, asal kita mau berhenti sejenak dan benar-benar merasakannya. Jadi, lain kali ketika berjalan di luar atau menikmati makanan, luangkanlah waktu sejenak untuk menghargai bagaimana indra-indra Anda bekerja bersama, membantu Anda merasakan seluruh pengalaman tersebut,” tandas Barry.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow