Intermittent Fasting: Skip Sarapan atau Makan Malam, Mana Lebih Efektif?

Intermittent Fasting: Skip Sarapan atau Makan Malam, Mana Lebih Efektif?

Smallest Font
Largest Font

Intermittent fasting menjadi tren diet untuk menurunkan berat badan. Namun, banyak yang bertanya-tanya, manakah yang lebih efektif: melewatkan sarapan atau justru makan malam?

Intermittent Fasting dan Manfaatnya

Dokter dari University Medical Center HCMC, Dr. Pham Anh Ngan, menjelaskan bahwa intermittent fasting, khususnya metode time-restricted eating, terbukti efektif dalam membantu menurunkan berat badan dan memperbaiki sejumlah indikator kesehatan.

Pola makan setiap individu bisa berbeda, tergantung pada kebiasaan masing-masing. Ada yang menjadikan sarapan sebagai waktu makan utama, sementara yang lain lebih banyak mengonsumsi makanan saat makan malam.

"Melewatkan sarapan atau makan malam sama-sama punya manfaat dan risiko terhadap metabolisme," jelasnya, dikutip dari VNExpress.

Melewatkan Makan Malam: Efek dan Risiko

Potensi Penurunan Berat Badan

Beberapa studi menunjukkan bahwa mengurangi atau melewatkan makan malam cenderung memberikan dampak yang lebih signifikan dalam menurunkan total asupan kalori harian. Hal ini menjadikan metode ini potensial untuk menurunkan berat badan.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Namun, melewatkan makan malam juga memiliki risiko. Kebiasaan ini dapat memperlambat metabolisme, meningkatkan risiko kekurangan nutrisi, mengganggu kualitas tidur, memicu rasa lapar berlebihan, hingga menurunkan daya tahan tubuh jika tidak dilakukan dengan tepat.

Melewatkan Sarapan: Efek dan Risiko

Efek pada Fokus dan Energi

Melewatkan sarapan bisa membuat sebagian orang merasa lebih segar dan fokus di siang hari.

Dampak pada Pilihan Makanan

Namun, rasa lapar yang muncul akibat melewatkan sarapan sering kali berujung pada pilihan makanan yang kurang sehat, seperti konsumsi makanan manis dan berlemak secara berlebihan di kemudian waktu.

Pengaruh pada Gula Darah dan Insulin

Penelitian juga menunjukkan bahwa melewatkan sarapan secara berkala dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Meski begitu, respons gula darah dan insulin pada makan terakhir dalam sehari justru cenderung memburuk.

Fleksibilitas dalam Intermittent Fasting

Secara keseluruhan, Dr. Ngan menekankan bahwa intermittent fasting memberikan manfaat sekaligus risiko kesehatan. Ia juga mengingatkan bahwa beberapa jenis makanan sehat sebaiknya dikonsumsi pada waktu tertentu, seperti susu dan biji-bijian utuh saat sarapan, serta sayuran dan protein saat makan malam.

Karena itu, keputusan melewatkan sarapan atau makan malam sebaiknya fleksibel dan disesuaikan dengan respons tubuh masing-masing. Bagi pekerja kantoran yang beraktivitas dan berpikir intens di siang hari, sarapan tetap penting untuk menjaga energi otak dan tubuh.

Tips Menurunkan Berat Badan yang Aman

Pola Makan Seimbang

Untuk menurunkan berat badan secara aman dan efektif, Dr. Ngan menyarankan pola makan yang memperbanyak sayuran dan protein nabati, disesuaikan dengan kebutuhan individu dan rutinitas olahraga, serta mengurangi asupan karbohidrat sederhana.

Konsultasi dengan Ahli Gizi

"Konsultasi dengan ahli gizi bisa membantu memastikan program penurunan berat badan berjalan aman, efektif, dan sesuai dengan kondisi fisik serta tuntutan pekerjaan," pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow