Kenapa Mi Instan Bikin Cepat Lapar Lagi? Ini Penjelasan Dokter

Kenapa Mi Instan Bikin Cepat Lapar Lagi? Ini Penjelasan Dokter

Smallest Font
Largest Font

Mi instan menjadi pilihan praktis saat lapar melanda. Namun, seringkali rasa kenyang setelah menyantapnya tak bertahan lama. Mengapa demikian? Seorang dokter gizi memberikan penjelasan terkait hal ini.

Kandungan Karbohidrat Tinggi Picu Lonjakan Gula Darah

Dokter gizi dari RS Abdi Waluyo, dr. Nathania Sutisna, SpGK, menjelaskan bahwa kandungan nutrisi mi instan yang didominasi karbohidrat menjadi penyebab utama cepatnya rasa lapar. Kalori yang tinggi pada mi instan memicu lonjakan glukosa dalam darah.

"Jadi ketika kita spike nih, karbohidratnya naik ke atas, insulinnya kerja, itu nggak lama gula darahnya akan turun," jelas dr. Nathania dalam perbincangan dengan detikcom.

"Makanya itu menyebabkan lapar," lanjutnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Lonjakan Gula Darah?

Untuk mencegah penurunan gula darah yang drastis setelah makan mi instan, dr. Nathania menyarankan penambahan nutrisi lain seperti serat dan protein. Kombinasi karbohidrat, serat, dan protein akan membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil dibandingkan hanya mengonsumsi karbohidrat saja.

Mitos Mi Instan Dicerna Berhari-hari

Rasa lapar yang cepat muncul setelah makan mi instan sekaligus membantah anggapan bahwa makanan ini dicerna hingga berhari-hari di dalam tubuh. dr. Nathania menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak tepat.

"Nggak sih, nggak segitunya," tegasnya.

Pentingnya Gizi Seimbang

Konsumsi mi instan sebaiknya tidak menjadi kebiasaan sehari-hari. Penting untuk selalu memperhatikan keseimbangan nutrisi dalam setiap makanan yang dikonsumsi.

Tips Menikmati Mi Instan dengan Lebih Sehat

Tambahkan Sayuran dan Sumber Protein

Saat memasak mi instan, tambahkan sayuran seperti sawi, wortel, atau bayam untuk meningkatkan asupan serat. Selain itu, tambahkan telur, ayam, atau udang sebagai sumber protein.

Perhatikan Porsi

Hindari mengonsumsi mi instan dalam porsi berlebihan. Satu bungkus mi instan umumnya mengandung kalori yang cukup tinggi.

Jangan Terlalu Sering

Meskipun praktis, mi instan sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Batasi konsumsi mi instan maksimal 1-2 kali seminggu.

Pilih Mi Instan yang Lebih Sehat

Saat ini, sudah banyak tersedia mi instan yang terbuat dari bahan-bahan yang lebih sehat seperti mi instan organik atau mi instan rendah sodium.

Minum Air Putih yang Cukup

Setelah makan mi instan, pastikan untuk minum air putih yang cukup untuk membantu proses pencernaan dan mencegah dehidrasi.

Dengan memperhatikan tips di atas, Anda tetap bisa menikmati mi instan sesekali tanpa khawatir akan dampak buruknya bagi kesehatan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow