Super Flu Terdeteksi di Indonesia: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

Super Flu Terdeteksi di Indonesia: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi deteksi Influenza A (H3N2) subclade K, dikenal sebagai 'Super Flu', sejak 25 Desember 2025. Meski demikian, Kemenkes memastikan subtipe ini tidak berdampak signifikan pada epidemi influenza di Indonesia.

Tren Kasus Influenza Menurun

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine menyatakan, berdasarkan pemantauan kasus influenza, tren kasus justru menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir. Varian influenza A masih menjadi yang dominan.

"Meskipun seperti itu, tetap semua kewaspadaan tetap disiapkan diantaranya adalah himbauan untuk menggunakan masker jika dalam kondisi tidak sehat serta meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS," ungkap dr. Prima pada detikcom, Selasa (30/12/2025).

Apa Itu Super Flu?

Super Flu menjadi perhatian utama setelah memicu lonjakan kasus influenza di New York, Amerika Serikat, mencapai rekor tertinggi. Sebanyak 71.123 kasus positif tercatat dalam satu minggu hingga 20 Desember 2025.

Lonjakan kasus flu di New York menyebabkan peningkatan rawat inap sebesar 63 persen di seluruh negara bagian, dari 2.251 menjadi 3.666 kasus pada minggu sebelumnya.

"Kami sedang meninjau secara cermat data kapasitas tempat tidur rumah sakit untuk lebih memahami tren rawat inap dan untuk memandu respons yang diperlukan terkait dampak dari infeksi virus pernapasan," kata Komisaris Kesehatan Negara Bagian Dr. James McDonald, dikutip dari CBS News.

Apakah Super Flu Lebih Berbahaya?

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI, dr. Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K) menjelaskan bahwa Super Flu diduga memiliki efek yang lebih parah dibandingkan influenza biasa. Namun, ia menekankan bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang secara pasti mengonfirmasi hal tersebut.

"Kalau yang yang flu A (influenza A) biasa bisa menularkan 2-3 orang, mungkin ini lebih. Tapi memang penelitiannya belum, karena memang masih dalam tahap penemuan kasusnya kok meningkat, untuk transmisi, dan yang lain-lain seperti keparahannya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut," ujar dr. Nastiti.

Gejala Super Flu dan Kelompok Rentan

Efek infeksi Super Flu mirip dengan influenza pada umumnya. Kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi kelompok rentan.

Gejala Super Flu meliputi:

  • Demam tinggi
  • Nyeri tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Menggigil
  • Keluhan pernapasan

Vaksin Influenza Masih Efektif

dr. Nastiti menjelaskan bahwa vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif untuk mencegah Super Flu. Vaksin diharapkan dapat mengurangi gejala berat dan mencegah rawat inap.

"Efektivitasnya di penelitian-penelitian sebelumnya untuk mencegah penularan itu cukup baik ya 62 persen, tapi untuk mencegah kematian dia lebih tinggi (tingkat efektivitasnya)," kata dr. Nastiti.

"Karena memang vaksin itu bisa berperan mencegah penularan, tapi kita lebih banyak mengharapkan dari vaksin itu, mungkin tidak 100 persen mencegah penularan, tapi mencegah severity atau keparahan," sambungnya.

Pencegahan Super Flu

dr. Prima menjelaskan bahwa penyakit influenza seringkali dipengaruhi oleh cuaca, dengan peningkatan kasus yang mungkin terjadi selama musim hujan.

Langkah-langkah pencegahan:

  • Pola makan bergizi
  • Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
  • Penerapan etika batuk dan bersin
  • Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun
  • Menggunakan masker bagi yang bergejala

Kapan Harus ke Dokter?

"Kami menghimbau untuk segera berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala flu berat, batuk, pilek, serta gejala infeksi saluran pernapasan lainnya. Pemanfaatan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas juga dapat dimanfaatkan," tutupnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow