Push The Limit dalam Olahraga: Kapan Harus Berhenti?

Push The Limit dalam Olahraga: Kapan Harus Berhenti?

Smallest Font
Largest Font

Istilah 'push the limit' sering dikaitkan dengan olahraga berat. Namun, memaksakan diri tanpa memahami batasan tubuh bisa berujung cedera serius hingga risiko kolaps jantung. Kapan sebaiknya kita berhenti?

Minat dan Bakat dalam Olahraga

Praktisi kebugaran dari EMC Healthcare, dr. Anita Suryani, SpKO menjelaskan bahwa 'push the limit' harus disesuaikan dengan minat dan bakat individu.

"Jadi minatnya kan suka olahraga berat, bakatnya bisa ngga?" kata dr. Anita, kepada detikcom pada Rabu (24/12/2025).

Bahaya Olahraga Berlebihan: Serangan Jantung

Salah satu risiko paling serius dari olahraga berlebihan adalah serangan jantung yang dapat berujung pada kolaps jantung, terutama saat latihan dilakukan dengan intensitas tinggi ketika tubuh belum beradaptasi.

"Urusan serangan jantung itu terjadi kalau kebutuhan oksigen tidak sampai ke jantung yang sedang kerja lebih berat saat olahraga. Biasanya ini terjadi pada intensitas yang lebih tinggi. Semua olahraga sebenarnya bisa jadi intensitas tinggi," jelasnya.

Gejala Serangan Jantung Saat Olahraga

Dr. Anita menjelaskan beberapa gejala yang patut diwaspadai saat berolahraga:

"Nyeri dari dada kiri terus berasa keteken, hilang pandangan, pusing gitu. Yang biasa kayak gitu kan dia udah kayak gitu terus dia gak dengerin. Sebenernya udah lama,"sambungnya.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Kesehatan Jantung

Dr. Anita menekankan bahwa olahraga bukan satu-satunya faktor. Pola makan tidak terjaga, kurang tidur, stres, merokok, dan konsumsi alkohol tetap berperan besar. Bahkan atlet yang rutin berolahraga pun bisa mengalami serangan jantung atau stroke jika faktor-faktor tersebut diabaikan.

Prinsip 'Start Low Go Slow' dalam Olahraga

Menurut dr. Anita, dalam olahraga dikenal prinsip 'start low go slow'. Artinya, olahraga apapun tetap harus dimulai dari awal atau intensitas yang lebih rendah.

"Mau push the limit nggak apa-apa. Tapi jangan sakit Kalau sakit berarti kita udah nggak sanggup. Ada limit bawah, ada limit atas," katanya.

Mulai dari Awal Setelah Berhenti Lama

Dr. Anita memberikan contoh:

"Dulu bisa angkat 150 kg, tapi sudah dua tahun berhenti, jangan mulai dari situ lagi. Mulai dari 80 dulu, nanti nambah lagi," tutupnya.

Adaptasi Tubuh Membutuhkan Waktu

Adaptasi tubuh tidak bisa dipercepat secara instan, harus perlahan. Dorongan untuk 'push the limit' boleh dilakukan saat tubuh siap tanpa menimbulkan cedera.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow