Remaja Inggris Idap Tumor Otak Stadium 4 Usai Didiagnosis Migrain
Kisah pilu datang dari Inggris, seorang remaja bernama Max Hall didiagnosis menderita tumor otak stadium 4 setelah sebelumnya dokter meyakinkan bahwa sakit kepalanya hanya migrain biasa. Keluarga kini berjuang mencari pengobatan alternatif demi memperpanjang hidupnya.
Awal Mula Gejala dan Diagnosis yang Terlambat
Max Hall, remaja berusia 14 tahun, mengalami sakit kepala terus-menerus selama lebih dari setahun. Keluarga mengungkapkan bahwa sejumlah tenaga medis awalnya meremehkan gejala tersebut dan hanya memberikan resep obat pereda nyeri.
Namun, situasinya berubah drastis setelah Max mengalami kejang hebat beberapa hari setelah ulang tahunnya. Ia dilarikan ke rumah sakit dan membutuhkan alat bantu pernapasan.
Hasil MRI yang Mengejutkan
Hasil pemindaian MRI menunjukkan bahwa Max mengidap tumor otak stadium 4 yang bersifat terminal dan tidak dapat dioperasi. Kabar ini tentu menjadi pukulan berat bagi Max dan keluarganya.
"Kami tahu bahwa ini stadium akhir karena ukuran massa di otak," kata ibu Max, Jackie Hall.
"Ini stadium 4 terminal, mereka mengatakan tidak dapat mengangkat atau mengecilkan pertumbuhan tersebut," tambahnya.
Perjuangan Melawan Tumor Otak
Sebelum diagnosis, Max adalah remaja yang aktif dan sehat. Sakit kepala yang sering dikeluhkan awalnya dianggap sebagai migrain biasa dan hanya diobati dengan ibuprofen.
Respon Pihak Rumah Sakit
Menanggapi klaim keluarga, direktur Medis Grup di University Hospitals of Northamponshire, Hemant Nemade, menyampaikan pernyataan.
"Kami turut berempati kepada Max dan keluarganya di masa yang sangat sulit ini," kata Nemade.
"Kami sedang menyelidiki keadaan perawatannya bersama kami untuk mengetahui apa yang terjadi agar bisa mengambil pelajaran dari hal ini," tambahnya.
Upaya Mendapatkan Pengobatan Alternatif
Keluarga Max kini menggalang dana untuk menjalani perawatan khusus di Jerman. Dokter memberitahu keluarga bahwa tumor Max tidak bisa dioperasi karena lokasinya di otak. Pilihan pengobatan di Inggris pun terbatas.
Terapi Vaksin di Jerman
Di Jerman, Max mungkin memenuhi syarat untuk terapi berbasis vaksin yang dirancang untuk menargetkan sel tumor dan memperlambat pertumbuhannya.
Pengobatan ini mengharuskan keluarga untuk bepergian ke Jerman setiap beberapa minggu. Meski bukan penyembuhan, Jackie percaya terapi ini bisa memperpanjang hidup Max.
"Kami hanya membutuhkannya di sekitar kami," katanya.
Ketabahan Max Menghadapi Penyakit
Terlepas dari diagnosisnya, Jackie mengatakan bahwa Max menunjukkan ketabahan luar biasa.
"Max menerimanya dengan sangat baik, itu luar biasa," katanya.
Dukungan Keluarga dan Harapan
"Dia selalu lelah dan ingatannya mulai hilang. Dia tidak ingat percakapan dua menit yang lalu dan terkadang ucapannya kacau. Tapi, saya kagum dengan betapa baiknya dia dalam menjalani ini. Kami tidak menginginkan akhir baginya, kami ingin terus berjuang," ungkap Jackie.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow